Teori
lokasi industry pada dasarnya diungkapkan oleh banyak pakar, bukan hanya Alfred
weber tetapi juga oleh seorang August Losch. Persamaan kedua teori dari pakar
ini adalah sama-sama berorientasi pada peletakkan lokasi industry. Namun
perbedaannya adalah pada factor penentuan lokasi industry itu sendri. August
Losch merupakan orang pertama yang mengembangkan teori lokasi dengan
memperhatikan segi permintaan sebagai variable utama, selain itu Beliau juga
tidak hanya mementingkan keuntungan yang akan didapat oleh penjual, tetapi juga
akses kemudahan yang akan didapatkan pembeli dalam memperoleh barang hasil
produksi.
Di
dalam teori lokasi industrinya, August Losch memperkenalkan potensi permintaan
(demand) sebagai factor penting dalam penentuan lokasi industry dan mengkritik
pendahulunya yang selalu mengacu pada pada biaya produksi terkecil, padahal
sebenarnya yang seharusnya dilakukan adalah memaksimakan keuntungan yang di
dapat (profit-revenue maximation). Dengan berbagai asumsinya, Losch menjabarkan
bagaimana economic landscape terjadi, yang merupakan keseimbangan (equilibrium)
antara supply dan demand.
