Bang ron's blog | Tips dan Trik Blogging | Hacking Trik | Berita Terbaru

Blog berbagi tulisan dan tip dan trik, berbagi download software gratis, info berita terbaru dan keilmuan

.::::::::::::""WHA - WEBHOSTINGANDA.COM""::::::::::::.

Showing posts with label Teori Keruangan. Show all posts
Showing posts with label Teori Keruangan. Show all posts

Wednesday, January 12, 2011

TEORI LOKASI INDUSTRI AUGUST LOSCH


Teori lokasi industry pada dasarnya diungkapkan oleh banyak pakar, bukan hanya Alfred weber tetapi juga oleh seorang August Losch. Persamaan kedua teori dari pakar ini adalah sama-sama berorientasi pada peletakkan lokasi industry. Namun perbedaannya adalah pada factor penentuan lokasi industry itu sendri. August Losch merupakan orang pertama yang mengembangkan teori lokasi dengan memperhatikan segi permintaan sebagai variable utama, selain itu Beliau juga tidak hanya mementingkan keuntungan yang akan didapat oleh penjual, tetapi juga akses kemudahan yang akan didapatkan pembeli dalam memperoleh barang hasil produksi.
Di dalam teori lokasi industrinya, August Losch memperkenalkan potensi permintaan (demand) sebagai factor penting dalam penentuan lokasi industry dan mengkritik pendahulunya yang selalu mengacu pada pada biaya produksi terkecil, padahal sebenarnya yang seharusnya dilakukan adalah memaksimakan keuntungan yang di dapat (profit-revenue maximation). Dengan berbagai asumsinya, Losch menjabarkan bagaimana economic landscape terjadi, yang merupakan keseimbangan (equilibrium) antara supply dan demand.

Teori lokasi dalam pengembangan wilayah


Penyuluhan kehutanan merupakan salah satu dari sekian banyak mata kuliah yang di berikan di Fakultas Kehutanan. Berikut ini adalah rangkuman dari beberapa bab tentang penyuluhan kehutanan khususnya tentang "teori lokasi', semoga bermanfaat.
Teori lokasi adalah
        Ilmu yang menyelidiki tata ruang kegiatan ekonomi
        Ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha atau kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial.

1. Teori Tempat Sentral (Christaller)
Modal ini dikembangkan untuk suatu wilayah abstrak dengan ciri-ciri sebagai berikut:
        Wilayahnya adalah daratan, semua adalah datar dan sama
        Gerakan dapat dilaksanakan ke segala arah
        Penduduk memiliki daya beli yang sama dan tersebar secara merata pada seluruh wilayah
        Konsumen bertindak rasional sesuai dengan prinsip minimalisasi jarak/biaya.

2. Modal Von Thunen
Membahas tentang perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa tanah (pertimbangan ekonomi).

Asumsi-asumsi dalam model Von Thunen:
        Wilayah analisis bersifat terisolir sehingga tidak terdapat pengaruh pasar dari kota lain.
        Tipe pemukiman adalah padat di pusat wilayah (pusat pasar) dan makin berkurang kepadatannya apabila menjauhi pusat wilayah.
        Seluruh fasilitas model memiliki iklim, tanah dan topografi yang seragam.
        Fasilitas pengangkutan adalah primitif (sesuai pada zamannya) dan relatif seragam.
        Ongkos ditentukan oleh berat barang yang dibawa kecuali perbedaan jarak ke pasar, semua faktor alamiah yang mempengaruhi penggunaan tanah adalah seragam dan konstan.

Teori Lokasi Christaller


Teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial (Tarigan, 2006:77).
Salah satu hal banyak dibahas dalam teori lokasi adalah pengaruh jarak terhadap intensitas orang bepergian dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Analisis ini dapat dikembangkan untuk melihat suatu lokasi yang memiliki daya tarik terhadap batas wilayah pengaruhnya, dimana orang masih ingin mendatangi pusat yang memiliki daya tarik tersebut. Hal ini terkait dengan besarnya daya tarik pada pusat tersebut dan jarak antara lokasi dengan pusat tersebut.
Terkait dengan lokasi maka salah satu faktor yang menentukan apakah suatu lokasi menarik untuk dikunjungi atau tidak adalah tingkat aksesibilitas. Tingkat aksesibilitas adalah tingkat kemudahan untuk mencapai suatu lokasi ditinjau dari lokasi lain di sekitarnya (Tarigan, 2006:78). Menurut Tarigan, tingkat aksesibilitas dipengaruhi oleh jarak, kondisi prasarana perhubungan, ketersediaan berbagai sarana penghubung termasuk frekuensinya dan tingkat keamanan serta kenyamanan untuk melalui jalur tersebut.

Teori lokasi


Teori lokasi adalah suatu teori yang dikembangkan untuk memperhitungkan pola lokasi kegiatan-kegiatan ekonomi termasuk di dalamnya kegiatan industri dengan cara yang konsisten dan logis. Lokasi dalam ruang dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Lokasi absolut.
Lokasi absolut adalah lokasi yang berkenaan dengan posisi menurut koordinat garis lintang dan garis bujur (letak astronomis). Lokasi absolut suatu tempat dapat diamati pada peta.
2. Lokasi relatif.
Lokasi relatif adalah lokasi suatu tempat yang bersangkutan terhadap kondisi wilayah-wiayah lain yang ada di sekitarnya.
Ada beberapa teori lokasi antara lain :
1. Teori Tempat Sentral (Central Place Theory) dari Walter Christaller.
2. Teori Lokasi Industri (Theory of Industrial Location) dari Alfred Weber.
3. Teori Susut dan Ongkos Transpor (Theory of Weight Loss and Transport Cost).
4. Model Gravitasi dan Teori Interaksi (the Interaction Theory) dari Issac Newton.
Selain tokoh di atas masih banyak tokoh-tokoh yang membicarakan tentang teori lokasi antara lain Edgar Hoover, Tord Palandar, August Losch, Melvin Greenhut, Walter Isard. Dari sekian banyak teori lokasi, pada prinsipnya sama yaitu membicarakan bagaimana menentukan lokasi industri. Pada pembahasan ini akan dibahas teori lokasi dari Alfred Weber.
Teori lokasi yang dikemukakan oleh Alfred Weber berawal dari tulisannya yang berjudul Uber den Standort der Industrien pada tahun 1909. Prinsip teori Weber adalah :
“ bahwa penentuan lokasi industri ditempatkan di tempat-tempat yang resiko biaya atau ongkosnya paling murah atau minimal (least cost location) “.

Teori lokasi dari berbagai ahli


1.    Teori lokasi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi. Atau dapat juga diartikan sebagai ilmu tentang alokasi secara geografis dari sumber daya yang langka, serta hubungannya atau pengaruhnya terhadap lokasi berbagai macam usaha atau kegiatan lain (activity). Secara umum, pemilihan lokasi oleh suatu unit aktivitas ditentukan oleh beberapa faktor seperti: bahan baku lokal (local input); permintaan lokal (local demand); bahan baku yang dapat dipindahkan (transferred input); dan permintaan luar (outside demand). (Hoover dan Giarratani, 2007)
2.    Von Thunen (1826) mengidentifikasi tentang perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian atas dasar perbedaan sewa lahan (pertimbangan ekonomi). Menurut Von Thunen tingkat sewa lahan adalah paling mahal di pusat pasar dan makin rendah apabila makin jauh dari pasar. Von Thunen menentukan hubungan sewa lahan dengan jarak ke pasar dengan menggunakan kurva permintaan. Berdasarkan perbandingan (selisih) antara harga jual dengan biaya produksi, masing-masing jenis produksi memiliki kemampuan yang berbeda untuk membayar sewa lahan. Makin tinggi kemampuannya untuk membayar sewa lahan, makin besar kemungkinan kegiatan itu berlokasi dekat ke pusat pasar. Hasilnya adalah suatu pola penggunaan lahan berupa diagram cincin. Perkembangan dari teori Von Thunen adalah selain harga lahan tinggi di pusat kota dan akan makin menurun apabila makin jauh dari pusat kota.
3.    Weber (1909) menganalisis tentang lokasi kegiatan industri. Menurut teori Weber pemilihan lokasi industri didasarkan atas prinsip minimisasi biaya. Weber menyatakan bahwa lokasi setiap industri tergantung pada total biaya transportasi dan tenaga kerja di mana penjumlahan keduanya harus minimum. Tempat di mana total biaya transportasi dan tenaga kerja yang minimum adalah identik dengan tingkat keuntungan yang maksimum. Menurut Weber ada tiga faktor yang mempengaruhi lokasi industri, yaitu biaya transportasi, upah tenaga kerja, dan kekuatan aglomerasi atau deaglomerasi. Dalam menjelaskan keterkaitan biaya transportasi dan bahan baku Weber menggunakan konsep segitiga lokasi atau locational triangle untuk memperoleh lokasi optimum. Untuk menunjukkan apakah lokasi optimum tersebut lebih dekat ke lokasi bahan baku atau pasar, Weber merumuskan indeks material (IM), sedangkan biaya tenaga kerja sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi lokasi industri dijelaskan Weber dengan menggunakan sebuah kurva tertutup (closed curve) berupa lingkaran yang dinamakan isodapan (isodapane).

Monday, January 10, 2011

Pemahaman tentang ruang atau region

Pendahuluan
-    Definisi geografi dan kedudukanya terhadap konsep ruang
-    Konsep ruang pada study geografi

Pengertian Ruang

-    Uniquenness of a place or region
Keunikan dari sebuah tempat atau wilayah
-    The relation of man and environment
Sebuah hubungan antara manusia dan lingkungan
-    Systematically explain location and spatial interaction
Sistem yang menjelaskan tentang lokasi dan interaksi keruangan

Thursday, November 25, 2010

TEORI LOKASI GREENHUT

Greenhut berusaha menyatukan teori lokasi biaya minimum dengan teori ketergantungan lokasi. Teorinya mencakup unsu-unsur sebagai berikut:
  •       Biaya lokasi yang meliputi biaya angkutan, tenaga dan pengelolaan
  •   
  •       Faktor lokasi yang berhubungan dengan permintaan, yaitu ketergantungan lokasi dan usaha untuk menguasai pasar
  •       Faktor yang menurunkan biaya
  •       Faktor yang meningkatkan pendapatan
  •       Faktor pribadi yang berpengaruh terhadap penurunan biaya dan peningkatan pendapatan Pertimbangan pribadi

Sekalipun Greenhut banyak menekankan segi permintaan, namun perkembangan teori maupun praktek penentuan lokasi masih cenderung ke pertimbangan biaya. Segi permintaan baru mendapat perhatian, sejauh menyangkut biaya angkutan untuk memasok pasar yang bersangkutan. Greenhut menekankan segi permintaan, ini tidak hanya ditentukan oleh lokasi tetapi juga mempengaruhi lokasi, bahkan lebih menentukan dari lokasi. Biaya lokasi yang meliputi biaya angkutan, tenaga dan pengelolaan .

Saturday, September 25, 2010

Pendahuluan Teori keruangan

 Pendahuluan
Definisi geografi dan kedudukanya terhadap konsep ruang
Konsep ruang pada study geografi
Pengertian Ruang
Uniquenness of a place or region
Keunikan dari sebuah tempat atau wilayah
The relation of man and environment
Sebuah hubungan antara manusia dan lingkungan
Systematically explain location and spatial interaction
Sistem yang menjelaskan tentang lokasi dan interaksi keruangan
The Core of elements of the science of geography (element inti dari ilmu geografi)